Kadang lebih gampang memikirkan perasaan orang lain daripada diri sendiri. sebisa mungkin gue akan menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat gue harus berurusan dengan perasaan orang lain. Sehingga apa yang sesungguhnya gue rasakan lebih baik gue pendam dalam hati dan tidak gue bagi ke siapa-siapa. Terkadang lebih sulit untuk menjelaskan segala sesuatunya dibanding menyimpannya sendiri dalam hati dan melupakannya.
26 August 2011
22 August 2011
Hidup sebulan terakhir
Nggak berasa banget uda hampir sebulan gue libur. Sejak semester pendek selesai (yang jujur aja, hasilnya SANGAT mengecewakan untuk gue). Meninggalkan rutinitas belajar di kampus yang membosankan, kehilangan nyawa, menunggu datangnya jumat malam, bahkan sejak senin pagi. Gue selalu cinta hari jumat dan sabtu. Gue udah mulai gelisah ketika minggu pagi datang. Dalam bayangan gue, "besok Senin. Crap."
Sekarang gue lagi libur, masih sekitar 3minggu. Kerjaan gue hanya bangun-tidur, makan, online, twitter, nonton dvd, les inggris. Udah itu aja muter-muter. Bosen? Engga tuh, gue menikmati banget. Dari dulu kalo lagi liburan, gue ga pernah menginginkan satu tempat untuk menjadi destinasi gue. Kalo libur, bagi gue idealnya yah di rumah aja, istirahat. Meliburkan diri dari rutinitas sehari-hari, udah cukup buat gue. Ga perlu pergi kemana mana.
September nanti gue akan masuk semester 3. Gue akan belajar dengan giat dan berusaha semaksimal mungkin. 2,5 tahun lagi disini. Pasti bisa terlewati.
Sekarang gue lagi libur, masih sekitar 3minggu. Kerjaan gue hanya bangun-tidur, makan, online, twitter, nonton dvd, les inggris. Udah itu aja muter-muter. Bosen? Engga tuh, gue menikmati banget. Dari dulu kalo lagi liburan, gue ga pernah menginginkan satu tempat untuk menjadi destinasi gue. Kalo libur, bagi gue idealnya yah di rumah aja, istirahat. Meliburkan diri dari rutinitas sehari-hari, udah cukup buat gue. Ga perlu pergi kemana mana.
September nanti gue akan masuk semester 3. Gue akan belajar dengan giat dan berusaha semaksimal mungkin. 2,5 tahun lagi disini. Pasti bisa terlewati.
15 July 2011
Wake me up when July ends
Lelah, capek, males, dan jenuh dengan Juli. Go-shoo bring August to me please.
08 June 2011
Blair and Chuck

Blair: You are disgusting. I hate you.
Chuck: Then why are you still holding my hand?
Chuck: This isn't you.
Blair: How do you know?
Chuck: Because I know you better than I know myself.
Chuck: I'm Chuck Bass. And I told you I love you. You're saying I'm easier to win over than a bunch of pseudo-intellectual homesick malcontents. You'd really insult me like this?
Blair: That's not how it is.
Chuck: That's exactly how it is. So the next time you forget you're Blair Waldorf, remember I'm Chuck Bass. And I love you.
Chuck: Then why are you still holding my hand?
Chuck: This isn't you.
Blair: How do you know?
Chuck: Because I know you better than I know myself.
Chuck: I'm Chuck Bass. And I told you I love you. You're saying I'm easier to win over than a bunch of pseudo-intellectual homesick malcontents. You'd really insult me like this?
Blair: That's not how it is.
Chuck: That's exactly how it is. So the next time you forget you're Blair Waldorf, remember I'm Chuck Bass. And I love you.
Easy A

Olive Penderghast : Whatever happened to chivalry? Does it only exist in 80's movies? I want John Cusack holding a boombox outside my window. I wanna ride off on a lawnmower with Patrick Dempsey. I want Jake from Sixteen Candles waiting outside the church for me. I want Judd Nelson thrusting his fist into the air because he knows he got me. Just once I want my life to be like an 80's movie, preferably one with a really awesome musical number for no apparent reason. But no, no, John Hughes did not direct my life.
